Sungai Kehidupan
Bila kita memperhatikan sebuah sungai yang fatwa airnya tidak lancar, kita akan mendapati beberapa penyebabnya, seperti:
- Sampah
Kadang kita tidak sanggup mengalirkan hal-hal yang baik alasannya hidup kita ditutupi oleh sampah. “Sampah” dalam diri kita contohnya pikiran negatif, kebencian, iri hati, kemarahan, dsb.
Untuk membersihkannya, perlu mencar ilmu "menguasai hati". Kita (misalnya) tidak sanggup melarang orang lain membicarakan hal-hal jelek wacana kita, namun kita sanggup menjaga hati/pikiran untuk tetap tenang & damai.
- Batu
Batu dalam "sungai kehidupan" yaitu kekerasan hati. Tak jarang perbuatan orang lain menciptakan kita sakit hati, dendam, hingga mencicipi kepahitan.
Untuk menghadapi batu, kita punya 2 pilihan: memaafkan atau tetap membenci.
- Lumpur
Lumpur, mengacu pada masa lalu. Mungkin kita mempunyai masa kemudian yang buruk, menyerupai dilema yang belum diselesaikan. Penting bagi kita untuk membereskannya.
- Sampah
Kadang kita tidak sanggup mengalirkan hal-hal yang baik alasannya hidup kita ditutupi oleh sampah. “Sampah” dalam diri kita contohnya pikiran negatif, kebencian, iri hati, kemarahan, dsb.
Untuk membersihkannya, perlu mencar ilmu "menguasai hati". Kita (misalnya) tidak sanggup melarang orang lain membicarakan hal-hal jelek wacana kita, namun kita sanggup menjaga hati/pikiran untuk tetap tenang & damai.
- Batu
Batu dalam "sungai kehidupan" yaitu kekerasan hati. Tak jarang perbuatan orang lain menciptakan kita sakit hati, dendam, hingga mencicipi kepahitan.
Untuk menghadapi batu, kita punya 2 pilihan: memaafkan atau tetap membenci.
- Lumpur
Lumpur, mengacu pada masa lalu. Mungkin kita mempunyai masa kemudian yang buruk, menyerupai dilema yang belum diselesaikan. Penting bagi kita untuk membereskannya.

Komentar
Posting Komentar